VOL.15 Kenapa Saya Mulai Berkebun? Cerita Slow Living IRT di Bali yang Mengubah Hidup 🌿

Slow Living IRT di Bali Alasan Mulai Berkebun di Desa BALI VLOG

VOL.15 Kenapa Saya Mulai Berkebun? Cerita Slow Living IRT di Bali yang Mengubah Hidup 🌿

Pagi di desa Bali selalu terasa damai, penuh dengan kehidupan kecil yang sering terlewat. Hari ini, aku ingin mengajak kamu melihat taman kecilku—taman yang bukan hanya penuh dengan tanaman, tapi juga dengan kenangan masa kecil dan harapan baru.

Aku mulai berkebun bukan karena tren, tapi karena rindu halaman rumah ibu di Sumatra, tempat aku dulu ikut menyiram bunga setiap pagi. Aroma tanah basah itu masih membekas hingga kini.

Di rumah desa Bali ini, aku menanam beberapa tanaman favorit:
🌹 Mawar – cantik walau berduri.
🌿 Monstera – unik dengan daun berlubang.
🌸 Vinca – bunga kuat yang tumbuh di rumah lama kami.
🍃 Pandan – harum dan bisa dipakai masak.
🌱 Calathea – daunnya seperti lukisan.
🥬 Sisa sayuran dapur – daun bawang, seledri, hingga tomat.

Berkebun mengajarkanku untuk hidup lebih lambat. Tidak semua benih langsung tumbuh—dan itu tidak apa-apa. Di desa ini, waktu terasa lebih pelan, memberi ruang untuk sabar, syukur, dan menikmati proses.

Kalau kamu lelah dengan rutinitas, cobalah menanam satu pot dulu. Kadang, kebahagiaan cukup berasal dari satu sudut hijau kecil di rumah.

Terima kasih sudah menonton cerita sederhana kami. Jangan lupa like, komen, dan subscribe untuk mengikuti perjalanan slow living di Bali 🌿✨

=======================
Mornings in a Balinese village are always calm and filled with little lives we often overlook. Today, I want to share my small garden—not only filled with plants, but also childhood memories and new hopes.

I started gardening not because it was trendy, but because I missed my mother’s yard in Sumatra, where I used to water flowers every morning. I still remember the smell of wet soil.

Here in our Balinese home, I planted some favorites:
🌹 Roses – beautiful even with thorns.
🌿 Monstera – funny leaves with natural holes.
🌸 Vinca – strong flowers that once grew by our old house.
🍃 Pandan – fragrant and useful for cooking.
🌱 Calathea – leaves that look like paintings.
🥬 Kitchen scraps – spring onions, celery, even tomatoes.

Gardening taught me to slow down. Not every seed grows right away—and that’s okay. In this village, time feels slower, giving space to be patient, grateful, and enjoy the process.

If you feel tired from routine, try planting just one pot. Sometimes happiness comes from a small green corner at home.

Thank you for watching our simple story. Don’t forget to like, comment, and subscribe for more slow living stories from Bali 🌿✨

gardening Bali,gardening pemula di desa,
slow living Bali,berkebun di Bali,tanaman hias pemula,
slow life Indonesia,pindah rumah ke Bali, Berkebun DiHalaman Rumah.
hidup sederhana di desa, gardening beginner tips,slow living lifestyle Bali

#GardeningBali #SlowLivingBali #BerkebunDiBali #TanamanHias #GardeningPemula #SlowLifeIndonesia #LivingInBali #SlowLivingLifestyle #PindahKeBali #DesaBaliVlog

˖ Music
Oneul | https://www.youtube.com/@oneul274

˖ Stay Connected
Blog : www.glowlicious.me

Instagram : https://www.instagram.com/bali.and.us
Tiktok : https://www.tiktok.com/@bali.and.us
Facebook : https://www.facebook.com/lilykanayawidjaja

Lily Kanaya

Beauty Blogger Indonesia, Mompreneur, Traveller

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *